Fri. May 24th, 2024
Belajar-matematika-dengan-engklek-

Belajar-matematika-dengan-engklek-

Salah satu ilmu yang selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah matematika. Matematika digunakan dalam kegiatan sehari-hari dimulai dari hal yang sederhana sampai kepada yang lebih kompleks, misalnya penggunaan bilangan, harga, luas, keliling, berat, dan uang. Dalam dunia anak permaianan suatu hal yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kesehariannya. Bermain dan belajar merupakan dua hal kegiatan yang sangat erat dalam kehidupan anak-anak sehingga dapat fokus dan mengantarkan anak tidak mudah merasa bosan.  Pada kenyataannya saat ini sudah banyak anak-anak yang tidak lagi memainkan permaian tradisional, bahkan ada lagi tidak mengenal yang namanya dengan permainan tradisional. Banyak sekarang ini, anak-anak yang sudah terlena dengan hanya berada dalam rumah dengan bermain gedjet. Sehingga tidak mengenal dengan permaian tradisional.

Siregar dan Lestari (2018) menyatakan permainan tradisional merupakan kegiatan yang menghibur dengan menggunakan alat sederhana dan tanpa alat yang merupakan warisan dari generasi ke generasi. Suparman dan Agustini (2017) memandang bahwa permainan merupakan kebutuhan batiniah setiap anak karena dengan bermain mampu meningkatkan keterampilan dan pengembangan anak dengan suasana yang menyenangkan dan menarik. Permainan tradisional dapat mengantar anak-anak untuk dapat belajar sambil bermain terutama dalam belajar matematika sehingga menghilangkan kondisi belajar yang monoton dalam kelas dan kondisi anak dalam belajar menyenangkan.

Bermain engklek merupakan salah satu dari permaian tradisional. Diberbagai daerah di Indonesia ini ada yang namanya bermain engklek tetapi dengan penyebutan yang berbeda-beda sesuai dengan daerahnya. Bukan hanya namanya yang berbeda tetapi ada juga perbedaan bentuk gambar dari setiap daerah, dengan teknik bermaian yang sama. Bermain adalah suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, selain dari adanya kompetisi tetapi ada juga hiburan yang dirasakan anak-anak dengan kebersamaan yang bermain. Dengan bermain juga dapat melatih fisik dari anak-anak dalam bergerak yang menandakan kesehatan fisik yang dimiliki anak. Nilai sosisal yang terbentuk dari kebersamaan memberikan pelajaran kepada anak akan pentingnya kekompakan dalam mencapai suatu tujuan.

Permainan engklek di daerah banjar disebut sebagai bajujunggatan, daerah betawi disebut dampu bulan, didaerah Riau disebut setatak, dan daerah lainnya masing-masing memiliki nama yang berbeda untuk permainan engklek. Berikut kotak permaian engklek ada yang berupa seperti gambar dibawah ini:

Didaerah Tapanuli Selatan berbeda nama dan bentuk dari engklek tersebut. Didaerah Tapanuli ini disebutkan Picek, dengan bentuk yang terdiri dari lingkaran paling atas yang diibaratkan sebuah kepala, bentuk persegi berupa leher, dua buah persegi panjang yang diibaratkan berupa dua tangan, satu lagi persegi yang berupa pinggang, berbentuk trapesium dan diakhir ada dua buah anak tangga yang berupa persegi. Adapun gambarnya seperti dibawah ini:

Kotak-permainan-engklek

Bentuk dari permaian engklek ini mengantarkan anak-anak sudah belajar matematika secara tidak langsung. Kemahiran anak-anak dalam membuat gambar dalam permainan ini sudah mengantarkan anak-anak untuk belajar geometri yaitu mengenal titik, garis, persegi, trapesium (trapesium dibuat garis yang membagi dua yang merupakan sebuah rok) dan lingkaran yang merupakan bagian dari geometri bidang. Tidak mungkin seorang anak bisa membuat sebuah garis tanpa mengenal sebuah titik. Dari pengalaman inilah anak-anak belajar yang dinamakan konsep. Ingatan siswa akan lebih kuat dengan menemukan konsep dari pengalaman daripada menghapal/menerima sebatas informasi dari seorang pendidik.

Dasar yang pertama yang perlu diterapkan kepada anak-anak sebelum bermain engklek adalah dengan pengenalan bentuk dari permainan engklek. Anak-anak bisa dimintakan untuk membuat ukuran bentuk yang disesuaikan anak-anak, disini anak-anak dapat berinovasi dalam membuat gambar. Dengan ukuran gambar yang berbeda mengantarkan anak-anak belajar tentang ukuran, bagaimana dengan Panjang, lebar dan tinggi. Ukuran yang sama dan ukuran yang berbeda menunjukkan dengan nama yang berbeda dari bentuk geometri yaitu persegi dan persegi panjang, dengan demikian anak-anak dapat memahami definisi dari persegi dan persegi Panjang. Dalam membuat gambar lingkaran, anak-anak akan memahami dari sutau titik pusat yang merupakan posisi dimana anak berdiri. Posisi anak yang berdiri dalam lingkaran terhadap lingkaran akan mengantar akan kepada yang dimaksud dengan jari-jari lingkaran, serta yang membagi dua lingkaran dari pusat lingkaran.

Pola engklek ini merupakan media pembelajaran matematika kepada anak untuk mengenal berbagai macam ragam bentuk dari geometri yaitu geometri bidang. Pola engklek yang dikenalkan baru sebagain kecil dari bangun datar. Hal tersebut merupakan dasar dari pemahaman dari bangun datar, dengan demikian dapat dilanjutkan lagi mendalami hal apa saja lagi yang perlu dipelajari. Dapat dilanjutkan bagaimana dengan luas dan keliling dari suatu bangun datar.

Permainan engklek dimainkan anak-anak dengan cara melempar batu yang berbentuk ceper yang disebutkan sebagai piceknya. Batu dilempar ke kotak kemudian anak dilanjutkan dengan melompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lain dan ada yang dua kaki dari bentuk 2 gambar seperti rok dan dua tangan merupakan pembelajaran matematika. Setelah selesai picek sampai ke gambar lingkarang maka anak diberikan kesempatan melempar picek dengan tidak melihat gambar. Picek dilempar melewati atas kepala dengan membelakangi gambar picek. Picek yang jatuh pada salah satu gambar yang terdapat pada permaianan maka sipemain akan mendapat bintang dan gambar tersebut merupakan kepunyaan pemain dan tidak boleh disinggahi pemain yang lainnya. Pemain yang mendapat bintang akan menempati gambar yang berbintang dengan bertumpu dengan dua kaki. Permainan dilanjutkan begitu seterusnya sampai semua gambar sudah memiliki bintang. Siapa pemilik bintang yang terbanyak dari gambar tersebut dialah yang menjadi pemenangnya.

Selanjutnya permaianan dapat dilakukan dengan pemainan lainnya tidak boleh menginjak gambar yang sudah mendapat bintang. Anak harus dapat melompati melewati kotak yang sudah mendapat bintang. Dengan tujuan bahwa pemain yang lainnya tersebut membawa picek Kembali yang telah dilempar pemain. Dari permaian tersebut anak-anak harus dapat mengetahui atau mengingat yang mana kotak yang harus dilompati dan mana yang harus dilewati anak. Permaian tersebut mengantarkan anak untuk lebih telaten dalam bertindak dalam permainan. Hal inilah yang dapat membuat anak untuk dapat mudah menerima materi matematika atau belajar matematika.

Permaian engklek ini dapat dilakukan dengan individu dan berkelompok yang sering melakukan permaian ini adalah dikalangan anak-anak perempuan. Dengan permainan ini dapat dilakukan dengan belajar mengenal satuan, puluhan dan ratusan dari anak-anak SD. Adanya bintang dapat diberi nilai dengan kelipatan 5, dengan demikian anak dapat menjumlahkan atau membuat kelipatan dari 5. Hal tersebut melatih anak-anak untuk mahir berhitung tanpa menggunakan alat bantu seperti kalkulator atau alat tulis yang memudahkan anak-anak. Itu adalah merupakan suatu contoh dari teknik dari permainan. Dalam permaianan engklek ini selain dari polanya merupakan dapat belajar bidang datar dan teknik permaian engklek dapat dilakukan untuk belajar matematika dengan materi lainnya.

Permainan tradisional engklek dalam pembelajaran matematika, dan siswa akan merasa senang mengikuti pembelajaran matematika. Secara tidak langsung, banyak manfaat yang di dapatkan dalam permainan tradisional engklek (Fitriyah & Khaerunisa, 2018). Permaian tradisional engklek merupakan suatu permaianan yang dapat mengantarkan anak-anak untuk belajar matematika yang dapat menyenangkan bagi anak. Permaianan engklek mengandung nilai budaya yang perlu dilestarikan. Pendidikan dan budaya adalah dua hal yang tidak dipisahkan. Dalam budaya dengan nilai kebersamaan, bergotong royong dan kepemimpinan. Dengan kebersamaan tersebut maka melatih anak untuk dapat beritekrasi soaial melalui Bahasa dan emosional yang dapat membentuk sikap dan mental anak dalam berkompetisi suatu permaian. Selain dari belajar matematika dan nilai budaya., bahwa bermain engklek dapat mengasah kemampuan motorik anak melalui aktivitas teknik bermain engklek. Dengan demikian permaian tradisioanl engklek ini merupakan saran belajar untuk anak baik akademik maupun non akademik.

Daftar Pustaka

  • Fitriyah, A., & Khaerunisa, I. (2018). Pengaruh Penggunaan Metode Drill Berbantuan Permainan Engklek Termodifikasi terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VII. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang2(2), 267. https://doi.org/10.31331/medives.v2i2.653
  • Siregar, N, dan Lestari, W. (2018). Peranan Permainan Tradisional dalam Mengembangkan Kemam-puan Matematika Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Mercumatika: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika, Vol. 2, No.2, hlm. 2.
  • Suparman, E dan Agustini, D. (2017). Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Bandung: PPPP TK dan PLB, hlm. 23-24.

Profil Penulis:

Nur Fauziah Siregar, M.Pd
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan/Pendidikan Matematika, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Kontak: fauziahsrg@uinsyahada.ac.id atau nurfauziah125@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *