Fri. May 24th, 2024

Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang ada pada komponen kehidupan di muka bumi ini.dan jika di tinjau ilmu biologi manusia dimasukkan kedalam kingdom Animalia. dikarenakan bentuk sel pada manusia mempunyai bentuk yang sama dengan bentuk sel hewan. Pada penamaan ilmiah manusia Manusia mempunyai nama ilmiah yakni homo sapiens. kemudian jika di kaji dalam agama islam, dalam Ilmu Manthiq dikenal ta’rif insan (manusia)الانسان حيوان ناطق:  (manusia adalah binatang yang berfikir), Manusia mempunyai perbedaan dengan hewan yaitu manusia diberikan pikiran dan nafsu sedangkan hewan hanya diberikan nafsu saja. Ketika manusia menggunakan akal dan pikirannya dengan baik dalam kehidupan sehari hari maka dia dikatakan berpikir dan menjadi manusia yang seutuhnya.

Seseorang yang melakukan aktifitas yang mana dapat memberikan manfaat kepda orang lain dimana memberikan efek positif dalam kehidupan. Ketika kita melakukan aktivitas dengan orang lain kita telah ambil andil dalam kehidupan ini, Kita telah ada pada simbiosis kehidupan dalam beradaptasi. Dalam peradaftasian kita telah menggunakan pikiran, dimana kita hanya memikirkan yang terbaik pada kita dan pada lingkungan sekitar kita. Keeksitensisan manusia dalam melakukn gunaya, hanya terlihat baik ketika memberikan dampak positif,memberikan dampak negative hanya mendapatkan pandangan buruk dari orang lain. Ketika seseorang tidak melakukan fungsinya sebagai manusia maka dia dipandang tidak ada. seseorang dipandang bernilai ketika dia memeberikan kontribusi terhadap orang lain. Sesorang yang telah melaksanakan tugasnya sebagai manusia akan menghasilkan suatu hasil yang mana hasil tersebut telah terealisasikan sebagai kontribusi terhadap keberlangsungan hidup. Kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan dimana pemanfaatan akan hasil sumber berpikir sesama.

Pemikiran seseorang yang berprinsip menjadikan dirinya sendiri menjadi manusia yang sebenar benarnya manusia dengan aturan dasar pada diri masing masing, hal itu memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan keetisan pemikiran manusia. Individu individu yang bergabung menjadi suatu kelompok dengan tujun yang sama untuk mendapatkan kenikmatan hidup dengan menjalankan poros kehidupan yang mana, poros kehidupan memberikan dampak yang baik menuju keetisan tiap individu. Dengan prisip hidup yang sama menghasilkan aturan aturan dan norma norma yang sama demi menciptakan kenikmatan menuju kedamaian yang abadi. Walaupun kedamaian yang abadi sangat sulit didapatkan karena adanya dimensi waktu yang membelah keberlangsungan peradaban tiap individu. Suatu aturan norna terjadi karena adanya ketidak etisan yang melanggar norma yang berlaku yang dapat merugikan kemaslahatan ummat. walau pada awalnya sebelum diketahui aturan dasarnya pelanggaran tersebut belum diketahui sebab akibat yang ditimbulkan tanpa adanya keterkaitan sesama. Jadi history awal sebuah aturan dan prinsip hidup itu terjadi karena adanya ketiksesuaian norma pada individu yang dapat merugikan. Dengan menolak suatu ketidak sesuaian tersebut seseorang melakukan hal apa saja yang bisa mengubah keberlangsungan yang terjadi. St. agustinus menegaskan bahwa tujuan hidup bukanlah kebahagiaan tetapi kesetiaan dan keselamatan dan dia juga menegaskan bahwa bentuk murni kebaikan adalah tuhan.

Seseorang yang merasa kurang beruntung dalang melaksanakan hidup. Itu merupakan salah satu respon terhadap apa yang telah dialami, karena ketidak sesuain prinsip hidupnya menuju kedamaian seperti yang telah di bahas diatas bahwasanya kedamaian dibatasi oleh dimensi waktu, waktu yang terus berubah menghasilkan hasil kedamaian yang berubah. Contoh kecilnya sesorang telah mencapai hal yang di inginkan untuk membeli suatu rumah suatu. Karena lirikan terhadap duaniwi, seseorang merasa kurangnya kedamaian dalam mencapai kepuasan Sebelum membeli mobil. Ketika seseorang tersebut gagal dia akan terus berusaha sampai semua tercapainya. Dalam proses berusaha tersebut seseorang tidak akan pernah  merasa damai dikarenakan adanya kompetisi duniawi. Ketika seseorang dikatakan sudah berhenti berusaha ketika seseorang sudah pada posisi peristirahatan untuk selamamaya. Pemunculan sifat seseorang terjadi karena adanya adaftasi terhadap keadaan yang dialami. Seseorang cendrung merasa tersakiti dikarenakan selalu tersakiti oleh pasangannya, hal tersebut  membuat dirinya egois terhadap dirinya sendiri. kemudian Seseorang tidak akan memperhatikan kebahagiaan dirinya waulupun dirinya merasa terpuruk, seseorang tersebut akan berusaha semaksimal mungkin merubah keadaan bagaimana pasangannya merasa bahagia dan menerima keberadaannya. Untuk melakukannya dia melewatkan segala hal yang membuat dirinya bahagia. Walaupun pada akhirnya penderitaan lah yang didapatkan. Pada konteks lain seseorang yang sering dibully psikisnya akan cendrung bermasalah terhadap dirinya, yang mana seseorang tersebut akan kurang bergabung terhadap kelompok kelompok individu lain. Karena pada prinsipnya semua hanya memberikan kesakitan terhadap dirinya. Thomas hobbes pada thesisnya mengemukakan bahwa semua orang pada akhirnya egois dan bahwa dalam keadaan alami seperti itu, sebelum manusia memasuki perjanjian social tersebut kehidupan manusia kotor, brutal, dan singkat. Emosi seseorang tidak akan terkendali ketika kepuasan terlaksana, semuanya adalah konteks ketidak selarasan tingkat emosianal seseorang.

Niat adalah sumber buah pikiran seseorang sebagai sumber awal dari segalanya. Niat merupakan kepala dari aktivitas seseorang yang mana berdampak untuk kesuksesan dari implikasi keunggulan buah pikiran dalam menjalankan kehidupan. Niat yang baik akan selalu menghasilakan yang baik. Konteks dalam menjalankan aktivitas di jalankan oleh niat kesungguhan yang baik dengan adanya niat selalu mengikutkan kesungguhan dimana kesungguhan terjadi karena adanya motivasi dalam menggapai tujuan yang akan terjadi. pada konteks niat yang salah, niat yang salah akan menghasilkan hasil yang buruk. pada konteks yang salah ini seseorang yang mempunyai niat yang salah cendrung dan hampir merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Niat yang salah ini cendrung berujung pada kenikmatan semata, kenikmatan semata tersebut menuju pada penyesalan yang berakhir tragis. Pada hal ini hanya memihak kepada diri sendiri sebagai tanda ketidak seimbanagn hidup. Penilaian terhadap seseorang yang dikatakan pada hal ini buruk yakni tetaplah buruk dikatakan buruk karena sudah memberikan orang lain. Seseorang dikatakan berguna ketika memberikan keuntungan terhadap orang lain. Begitu juga tentang percintaan, percintaan yang hanay mengedepankan nafsu hanya berujung pada hal yang membuat malu terhadap diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi percintaan yang dimulai dengan niat yang baik akan berujung pada akhir yang nyata. Orang orang cendrung terlarut dalam dunia percintaan dua insan sampai lupa terhadap percintaan terhadap tuhan dan lingkungan. Karena pada akhir yang baik percintaan harus selaras dengan percintaan degan tuhan, manusia dan lingkungan. Menurut Jean paul Sartre kita itu menjadi apa tergantung diri kita membuat diri kita menjadi apa. Dengan pemikiran yang sama, tidak ada hukum atau prinsip moral yang mengikat kita semua.

Pemikiran manusia hanya akan menghasilkan tiga hasil. Yang hasil tersebut dikarenakan mengalami waktu yaitu kemarin, hari ini, esok. Kemarin hanya menghasilkan penyesalan, hari ini menghasilkan kenikmatan dan esok menghasilkan harapan. Ketiga hasil yang didapatkan itu ketika dipandang pada konteks hari ini, penyesalan terjadi ketika hari kemarin telah dilalui penyesalan penyesalan tersebut akan timbul ketika hasil pemikiran yang di harapkan tidak sesuai, ketidak sesuaian tersebut hanya menghasilkan beberapa hasil yang tidak maksimal. Pada konteks hari ini hanya kenikmatan yang didapatkan, ketika seseorang sedang melakukan aktifitas seseorang tersebut tidak akan memikirkan hal yang terjadi dan apa dampak yang ditimbulkan, karena pada prinsip seseorang itu hanya yang terpenting dia bahagia dan menikmati hari harinya. Hari esok yang hanya menghasilkan harapan ,hal yang diinginkan yang belum pernah dirasakan dan ingin digapai dengan berharap bisa mengubah diri menjadi lebih baik. Semua akan merasakan pada hari ini, Ketika penyesalan dari hari ini akan dirasakan di hari esoknya ketika hari esok menjadi hari ini, semua akan dirasakan ketika banyak hal yang kurang maksimal telah dicapai, pada hari ini semua orang akan mencari kenikmatan dengan berbagai hal, setelah kenikmatan terjadi dan hari ini mejadi hari kemarin maka kenikmatan hari ini akan menjai penyesaln kembali. Semua penyesalan pada hari ini akan mewujudkan harapan dimana harapan tersebut mewujudkan sesuatu yang akan memperbaiki segalanya. Walaupun pada akhirnya tidak ada yang dapat mengubah sistem prinsip hidup. Semua akn terulang esok menjadi hari ini dan hari ini menjadi hari esok.

Kebajikan dan kejahatan menentukan orang baik dan buruk, tentu saja dapat kita setujui bahwa orang yang egois adalah orang yang memikirkan kehendaknya sendiri, yang tidak menghargai aturan-aturan, serta prinsip hidup orang lain. Keegoisan terjadi karena buah pikiran yang menganggap bahwasanya dirinya sendirilah yang paling benar, yang mana segala bentuk kehendaknya tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun, satu contoh” persahabatan”, persahatan diaman salah seorang sahabat tersebut melarang sahabat yang lain untuk berteman dengan yang lain. Ini adalah salah satu bentuk kejahatan terhadap jiwa orang lain. Kebajikan menghantarkan pada hati yang tulus dimana pada kejikan tersebut berasal dari hati dan pikiran yang saling bekerja sama untuk mewujutkan suatu bentuk kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain. Para santri dn pahlawan mempunyai kebajikan sesuai budaya mereka, jelas dalam hal ini kebajikan satu sama lain berbeda. Hal yang paling menonjol dalam segala kebajikan adalah keadilan, dimana semua orang menginginkan keadilan keadilan terhadap dirinya. Orang miskin berhak mendapatkan kesaaman didalam pemerintahan, rakyat biasa berhak memberikan kritik serta aspirasi etrhadap Negara dan serta seseorang berhak dicintai dari oleh nlawan jenisnya. Hak adalah adalah tuntutan, karean setiap hak pasti akan ada kewajiban yang harus di jalankan.

Dalam konteks hak untuk dicintai. Ada bermacam macam cinta yang kadang dikatakan berlaku bagi siapa saja dan dimana saja tanpa terkecuali. Salah satunya adalah kecintaan terhadap religious. Kecintaan terhadap agama adalah hal yang paling penting karena puncak dari kehidupan adalah kehidupan yang abadi di hari akhrir yang ditentukan, keintaan yang baik terhadap ketuhana akan menghasilkan hal yang baik mulai dari konsep berkehidupan hingga konsep berkemanusiaan. Sesorang tidak akan mampu mencintai manusia dan lingkungan sebelum dia mampu mencintai penciptanya. Karena sumber dari segala sumber adalah konsep dari ketuhanan. Pada konteks manusia tidak ada yang dikatakan cinta abadi semuan terjadi karena keegoisan nafsu. Seseorang mencintai orang lain itu dikarenakan ada hal yang di inginkannya terhadap lawan jenisnya. Namun yang ada hanya persahabatan, persahabatan adalah salah satu variasi cinta, persahabatan terjadi karena adanya hal yang saling menutupi ketidak sempurnaan. Hal ini juga terjadi karena adanya rasa keinginan mempunya sepenuhnya terhadap orang lain untuk tujuan mencapai kebajikan yang hakiki.

Dalam menjalankannya tujuan dari pemikiran manusia. Imanuel pernah menegaskan bahwa “tidak ada sesuatu yang belum pernah menjadi tujuan tanpa sebelumnya menjadi sasaran. Tujuan didasarkan pada sasaran. Sasaran dapat diberikan tanpa tujuan, namuntujuan tidak pernah dapatdinyatakan tanpa sasaran yang mendahuluinya. Kita tidak dapat menciptakan tujuan dari ketiadaan, kita juga tidak dapat mengemukakannya tanpa kecendrungan kearah sesuatu yang mendahuluinya”.

Seseorang yang berpikir sesuai dengan alur pemikiran yang baik akan selalu bertanggung jawab terhadap apa yang di hadapi.orang yang bertanggung jawab akan selalu memikirkan sebab akibat yang dihasilkan dari segala aktivitasnya. pembunuh bertanggung jawab atas perbuataannya membunuh walaupun dia melakukannya dengan sengaja atau tidak. Orang bertanggung jawab karena melakukan atau karena tidak melakukan apa yang mestinya dia kerjakan. Tanggung jawab menyertai kebebasan yang mana kebebasan ketidak terikatan terhadap aturan aturan serta prinsip prinsip dari kelompok. Orang yang tidak mempunyai pasangan lebih bebas dari orang yang mempunyai pasangan, karena orang yang mempunyai pasangan akan selalu mengikuti prinsip aturan satu sama lain.

Pada paragraph ini muncul pertanyaan kenapa kamu harus bahagia?. Dalam proses pencarian kebahagiaan, aristoteles mengatakan hidup adalah mencari kebahagiaan. Pada paragra ini kita membahas seberapa pentingnya kebahagiaan itu. Walaupun pada akhirnya kebahagiaandan kepuasan lah hal yang paling sulit untuk didapatkan. Seseorang yang berteriak di puncak gunung akan merasa puas karena bebannya berkurang, akan tetapi mereka belum mendapatkan kebahagiaan, seorang pemabuk akan merasa  bahagia dan puas akan hal yang dilakukan tetapi pada hari esoknya dia akan menyesal akan perbuatannya. Seorang yang jatuh cinta akan merasa bahagia ketika dia bertemu dengan gebetannya tetapi dia tidak akan merasa puas karena diatidak bisa memiliki seutuhnya gebetannya tersebut. Seseorang yang mendapatkan nilai tinggi akan merasa puas dan bahagia pada hari itu, setelahnya aka nada kepuasan yang lain yang akan menanti tentang nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kebahagiaan akan memberikan dampak keegoisan terhadap diri sendiri ketika ingin mendapatkan kebahagiaan seseorang akan melakukan segala hal yang mampu membuatnya bahagia.

Dalam konteks mencari kebahagiaan karena seperti pada halaman sebelumnya mengatakan bahwasanya kebahagiaan adalah buah dari pikiran.dalam mencapai kebahagiaan maka akan ada dasar pembenaran, suatu hal agar kebahagiaan tidak masuk kepada kategori egois maka perlu adanya pembenaran terhadap aspek kebahagiaan. Pembenaran memberikan kontribusi untuk mencari pernyataan dasar dari pernyataan yang diketahui sebelumnya. dalam pembenaran ini akan memunculkan penegasan penegasan.

Masalah yang sesungguhnya muncul bila kedua prinsip dan tujuan akhir bertentangan. Seorang sahabat yang mempunyai prinsip yang berbeda akan mengakibatkan keegoisan terhadap sahabat lainnya, karean pada dasarnya aka nada yang tersakiti satu sama lain, jika tidak egois terhadap orang lain maka dia akan egois terhadap diri sendiri. Persahabatan seperti ini hanya seperti pohon yang tidak mau menggugurkan daun yang sudah tua. Perbedaan tujuan akan berakhir seperti film yang akhirnya saling bertentangan karena ketikselarasan pedoman dan jalan yang ini dituju. Pasangan yang mempunyai tujuan yang tidak sama, maka akan berakhir pada akhir yang tidak mengenakkan. Kebahagiaan seseorang akan melahirkan orang ketiga, orang ketiga pada hal ini adalah kecemburuan, kecemburuan terjadi karena ketidak mampuan seseorang dalam mencapai apa yang dicapai orang lain dengn bentuk kompetisi terhadap orang lain tersebut. kecemburuan adalah salah satu bentuk kejahatan jiwa seseorang yang mana jika kecemburuan berlangsung maka akan membuat suatu malapetaka yang mampu menumbangkan diri sendiri dan orang lain. Kecemburuan terjadi karena adanya rasa iri terhadap orang lain, kecemburuan direaksikan antara pikiran dan kata hati yang saling bergejolak. Orang yang menyukai seseorang yang mempunyai pasangan akan merasa tersakiti ketika orang tersebut bermesraan. Kecemburuan mengakibatkan ketidaketisan seseorang.

Manusia adalah makhluk yang berpikir yang mampu mengolah segal hal yang dapat dicerna oleh akal. Segala hal yang mampu dipikirkan adalah salah satu bentuk dari hasil pemikiran. Seseorang yang merasa bahagia adalah bentuk penggambaran seseorang yang bahagia. Orang yang egois adalah bentuk penggambaran dari seseorang yang hanya memikirkan diri sendiri. Kemudian orang yang mempunyai niat adalah bentuk buah pikiran dalam pengembangan diri untuk mencapai hal yang lebih baik lagi. Semua manusia pada dasarnya mengingikan hal yang lebih baiknya menuju manusia yang sebenar benarnya manusia. Pada akhirnya semua tergantung pada manusianya kembali ketika kamu berpikir maka kamu dikatakan sebagai manusia akan tetapi ketika kamu tidak berpikir maka kamu dikatakan sebagai hewan yang sesungguhnya karena pada dasarnya manusialah yang mempunyai pikiran.

Referensi:

Solomon, Robert c. Etika: Suatu Pengantar. Mc graw-hill, 1984

Frondzi. Risieri, Pengantar Filsafat Nilai. 1963

TENTANG PENULIS

Tondi harahap, lahir pada tanggal 21 agustus 2002. Bertempat tinggal di desa hiteurat, kab. Padang lawas utara. Mahasiswa Prodi. Tadris/Pendidikan Matematika UIN Syahada Padangsidimpuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *