Fri. May 24th, 2024

Kearifan lokal bukanlah wacana baru dalam kehidupan kita sehari-hari, kearifan lokal sebenarnya hadir bersamaan dengan terbentuknya masyarakat kita, masyarakat Indonesia, Kearifan lokal menjadi cermin nyata dari apa yang kita sebut sebagai hukum yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat. Indonesia memiliki berbagai ragam jenis keindahan alam dengan daya tarik alam yang mempesona, keberagaman budaya melalui pentas kesenian. Dengan keberagaman budaya serta kearifan lokal yang dimiliki oleh indonesia, maka hal ini memberikan nilai tambahan bagi bangsa idonesia di mata dunia terhadap sektor pariwisata. Kearifan lokal telah menjadi daya tarik pariwisata di Indonesia, hal ini karena di dalamnya terkandung nilai keramahan atas interaksi sosial masyarakat dan lingkungan, serta keunikan kehidupan komunitas baik di Indonesia maupun mancanegara.

Gordang sambilan

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang di kenal dengan banyaknya objek wisata yang tersebar di banyak kota dan kabupatennya. Salah satunya adalah daya tarik wisata Kabupaten Mandailing Natal yang memiliki potensi alam dan budaya yang sangat indah seperti hutan, sungai, air panas, danau, pantai, dan peninggalan bersejarah seperti Bagas Godang dan Gordang Sambilan, Jepang, Meriam Portugis dan bersejarah lainnya. Pada zaman globalisasi sekarang, di era  teknologi yang semakin canggih tidaklah mudah untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat, zaman yang semakin berkembang membuat nilai-nilai budaya, sosial, semboyan dari negeri beradat beribadah serta nilai keagamaan hilang dari pandangan masyarakat.Salah satu daya tarik wisata di Mandailing Natal yaitu Legenda Sampuraga atau dikenal air panas dan Gordang Sambilan. Pemerintah kabupaten Mandailing Natal berupaya menjaga nilai-nilai budaya kearifan lokal, adat istiadat dengan memperkuat pendekatan seni budaya mandailing natal yang bersifat alami yang sesuai dengan falsafah Mandailing Natal yaitu Nagari Beradat Taat Beribadah.

Kondisi geografis dan karakteristik pedesaan merupakan lingkungan yang masih alami dengan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, inilah yang menjadi daya tarik masyarakat kota untuk berkunjung ke desa-desa di Indonesia. Wisata desa dengan segala bentuk kekayaan yang terkandung didalamnya, terfokus pada keindahan akan sebuah potensi alam dengan pesona masyarakat yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal, potensi wisata desa seharusnya dilakukan oleh masyarakat sebagai pemilik lingkungan dan penjaga pesona keindahan alam, sosial budaya, kearifan lokal dan keramah tamahan masyarakat. Hal ini berguna untuk menjaga kearifan lokal yang telah menjadi nadi kehidupan silam agar tidak tercemari oleh budaya asing yang dibawa oleh wisatawan yang dapat mengubah pesona kearifan lokal di dalam suatu wilayah tersebut.

Keberagaman budaya Indonesia salah satunya yang paling menarik adalah kebudayaan daerah yang memiliki ciri khas masing-masing daerah tergantung dengan gaya hidup masyarakat pemilik kebudayaan itu sendiri. Salah satu kebudayaan daerah yang sudah termakan modernisasi yaitu sastra lisan seperti Legenda Sampuraga. Sekarang sudah mulai diabaikan karena pengaruh teknologi yang lebih memilih menonton daripada melihat sendiri bagaimana suatu kejadian peristiwa tersebut. Legenda Malin Kundang,konon katanya dipercayai terjadi karena murka Tuhan kepada seorang anak yang durhaka terhadap Ibunya sendiri sehingga memancarkan air panas dari tanah tempat si anak durhaka berdiri. Berdasarkan dari peristiwa tersebut kolam air panas dinamai dengan Sampuraga, suhu airnya sendiri berkisar antara 90-100 derajat Celsius.

Pemerintah Mandailing Natal  berusaha un tuk meningkatkan daya tarik wisata dengan cara merenovasi hingga menjadi sebuah kolam air panas yang dijaga dan dirawat dengan baik, permukaan tanah di mana mata air sampuraga keluar kini dipercantik dengan lapisan semen permanen dan batu bercorak. Sekarang terlah menjadi perhatian khusus disekelilingnya dibuat pagar pembatas agar pengunjung aman saat ingin melihat luapan mata air panas yang berasal dari dalam bumi tersebut. Selain melihat air panas dari balik pagar, terdapat juga banyak aktivitas yang ditawarkan untuk wisatawan yaitu:

  1. Wisatawan bisa berendam atau terapi alam di pinggir aliran sungai Sampuraga.
  2. Melihat kolam Sampuraga, banyak masyarakat yang merebus telur, jagung, indomie di dalam kolam hingga matang dan bisa langsung dimakan.
  3. Menikmati makanan khas Mandailing Natal
  4. Selain mandi dan merebus makanan, wisatawan juga bisa mencoba menggunakan alat-alat Gordang Sambilan yang telah diletakkan pada aula wisata tersebut.

 Selain Sampuraga yang menjadii daya tarik wisata dan pengembangan umkm Mandailing Natal. Pemerintah Mandailing Natal juga menyediakan Gordang Sambilan sebagai alat musik yang sakral bagi masyarakat Mandailing Natal. Gordang Sambilan lahir berkisar 600 Masehi di kerajaan Sibaruar Panyabungan. Gordang Sambilan adalah salah satu kesenian Tradisional suku Batak Mandailing Natal, gordang artinya gendang atau bedug. Sedangkan sambilan artinya sembilan. Jadi, gordang sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula. Gordang Sambilan dikatakan sebagai kearifan lokal karena disini banyak makna unsur religi yang terkandung dalam setiap alunan musiknya. Makna musiknya juga sangat berkaitan dengan alam karena penggambaran musik dengan menggunakan imajinasi ekologi memberi penegasan akan kedekatan Masyarakat Mandailing Natal dengan alam wilayahnya.

Gordang sambilan dilakukan pada upacara adat pernikahan masyarakat kota terutama yang berfungsi sebagai pusat kerajaan. Upacara-upacara keagamaan dan acara-acara besar selalu dipakai alat ini. Pemerintah juga membuat even-even perlombaan Gordang Sambilan. Ketika adanya suatu acara-acara tertentu maka Gordang Sambilan bisa dimainkan untuk menyambut para tamu dengan alunan musiknya.

Dilihat dari segi budaya Masyarakat Mandailing Natal sangat mampu memperkenalkan budaya, adat istiadat, wisata dengan sangat baik kepada Masyarakat luar yang ingin berkunjung ke Mandailing Natal. Dari tempat wisata air panas Sampuraga wisatawan bisa melihat langsung bagaimana Legenda Sampuraga tersebut dan wisatawan juga bisa melihat langsung seni tradisional dan juga bisa memainkan alat musiknya secara langsung karena masyarakat di tempat tersebut sangat ramah dan sopan dalam menyambut para tamu-tamu atau wisatawan dari luar daerah. Masyarakat setempat juga bisa menjelaskan atau mengajari memainkan alat musiknya dengan rendah hati. Inilah yang menjadi daya tarik wisata serta penguatan UMKM Mandailing Natal.            

Referensi

Listiani, Devi Ayu, Isma Nur Malicha, Sekar Yanuar Indasari, Lintang Aura Putri, Yeni Febiola, and Zuhair Rizqi Fadholi. “Sampuraga Sebagai   Objek Wisata,” n.d.

Marwah, Siti Shafa, Makhmud Syafe’i, and Elan Sumarna. “Daya Tarik     Wisata  dan Pengembangan UMKM.” TARBAWY : Indonesian Journal    of Islamic Education 5, no. 1 (October 1, 2018): 14.        https://doi.org/10.17509/t.v5i1.13336.

Trisnani, (2017). Peran KIM  Daerah Tertinggal Dalam Memanage Informasi  Untuk Meningkatkan Pengetahuan Keterampilan Masyarakat  Sekitar. Journal Komunikas, Volume 6 Nomor1.

Profil Penulis:


Namirah Siregar, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Tadris/Pendidikan Matematika,
Kontak : namirahsiregar282@gmail.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *