Fri. May 24th, 2024

Undika Futuristic Learning (UFL) ialah sebuah model baru yang dirilis oleh Universitas Dinamika (eks Stikom) Surabaya, melalui Surat Keputusan Rektor 2022 sebagai upaya merespon tantangan dan kebutuhan era digital dan beradaptasi dengan gaya belajar masa kini. Model UFL menggunakan sistem pembelajaran Hybrid yang kemudian dikenal dengan Hybrid Blended Learning (HBL) yang berujung pada pembenahan atau pengaturan sistem kelas (setting kelas) untuk bisa mewadahi mahasiswa yang belajar secara online (Sinkronus) dan yang offline (Asinkronus). Artinya, UFL menggusung sistem pembelajaran yang mensinergikan antara online dan offline dalam sebuah pertemuan yang sama. Sistem ini diyakini efektif untuk memberikan keluasan atau fleksibilitas kepada mahasiswa khususnya bagi mereka yang sudah bekerja.

Sistem fleksibel dan dinamis ini sesuai dengan gaya belajar konstruktivistik, yang sejatinya memberikan peluang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk belajar, berekspresi dan berkreasi yang tidak selalu di “kungkung”; dikurung di dalam kelas yang hanya mendengarkan dosen berbicara (ceramah), hal ini juga senada dengan visi misi merdeka belajar pada kurikulum merdeka. Model UFL dengan sistem campuran; hybrid berfokus pada stundent centered learning (SCL) yang membekali mahasiswa bagaimana mereka bisa atau aktif menganalisis, mengevaluasi sampai mengkreasikan (C4, C5 dan C6) yang tujuan akhirnya ialah outcome (luaran); product baik berupa ide (konsep) maupun fisik, di mana hal tersebut sesuai dengan prinsip kurikulum OBE (Outcome Based Education) yang sudah dilaksanakan atau diimplementasikan oleh Universitas Dinamika.

Kemudian, UFL juga menyiapkan bagaimana mahasiswa bisa menghadapi era VUCA yang membutuhkan keterampilan problem solving, innovation, collaboration, communication, critical thinking, dan creativity. Oleh sebab itu, model UFL dalam proses pembelajarannya menggunakan strategi case based learning dan project based learning yang membimbing mahasiswa untuk lebih aktif memecahkan masalah, menemukan solusi, aktif berdiskusi, berani menyuarakan pendapat; ide; gagasan, aktif berkolaborasi, berkreasi, dan mencari kekhasan; kebaruan yang bisa menjadi pembeda dengan yang ada sebelumnya baik berupa ide maupun fisik (produk). Kegiatan tersebut harus secara kontinu dilakukan di dalam pembelajaran UFL.

ULF secara konsep dan praktis berkiblat kepada konstruktivistik yang tidak hanya menghiasi kognitif mahasiswa, juga psikomotorik mereka untuk lebih berkreasi, dan membangun daya nalar, serta keaktifan yang menghasilkan outcome, di samping pembinaan atau penguatan afektif mahasiswa dengan budaya kolaborasi, sehingga mahasiswa dikasih banyak waktu untuk berpikir dan berdiskusi secara kritis demi menemukan sesuatu yang baru. Pembelajaran UFL sudah diarahkan ke sana, mahasiswa sudah tidak selalu diberikan materi berupa konseptual, namun lebih kepada tekniknya, sehingga pembelajarannya bersifat kepada pengalaman mahasiswa, bukan hanya terbatas pada pengetahuan saja yang hanya diucapkan, namun minim untuk dipraktikkan.

UFL yang berkomitmen kepada luaran yang berusaha membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi, arah pembelajaran yang konstruktif, model pembelajaran yang lebih kepada pengalaman (praktik), dan sifatnya yang fleksibel, diharapkan mahasiswa bisa produktif dalam berinovasi sebagaimana ciri khas Universitas Dinamika Surabaya. Dalam konteks pembelajaran masa kini (abad 21) memang paradigma yang digunakan sudah semestinya ke arah konstruktivistik untuk membangun segala potensi, kompetensi, sikap, pola pikir, kreativitas serta keterampilan mahasiswa seluas-luasnya yang sesuai dengan tantangan yang ada sekarang ini.

Dengan menggugah kompetensi mahasiswa secara luas, maka mahasiswa tidak hanya bertumpu pada satu kaki keilmuan, namun ia bisa bertumpu pada dua sampai tiga kaki kelimuan; kompetensi sehingga ia bisa bersaing secara maksimal di dunia kerja. Era yang serba tidak menentu ditambah persaingan yang ketat diperlukan kompetensi yang ganda, jika sampai saat ini mahasiswa hanya bertumpu pada satu kompetensi sesuai jurusannya, maka dengan mudah bisa dikalahkan dengan mahasiswa lainnya yang memiliki kompetensi yang lebih. Oleh sebab itu, UFL tidak ingin mahasiswa hanya bertumpu pada satu disiplin keilmuan yang ada di jurusannya, namun dibekali dengan ilmu dan kompetensi yang lain yang bisa menjadi alternatif mereka suatu saat jika sudah di dunia kerja atau di tengah masyarakat. Semoga bermanfaat dan selamat membaca……….!

Dr. Muhamad Basyrul Muvid, M.Pd.
Dosen Universitas Dinamika Surabaya
Surabaya, 13 Januari 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *