Fri. Apr 19th, 2024

Akidah pokok yang perlu dipercayai oleh tiap-tiap muslimin, yang termasuk unsur pertama dari unsur-unsur ialah mempercayai: pertama, wujud (ada) Allah SWT dan Wahdaniat (Keesaannya) sendiri dalam menciptakan, mengatur, dan mengurus segala sesuatu. Tiada yang menyerupainya tentang zat dan sifatnya. Hanya dia saja yang berhak disembah, dipuja, dan dimuliakan secara istimewa. Kedua, bahwa Tuhan memilih diantara hambanya, yang dipandangnya layak untuk memikul risalatnya (perutusannya). Ketiga, adanya malaikat yang membawa wahyu dari Allah SWT kepada Rasul-rasulnya. Keempat, mempercayai apa yang terkandung dalam risalah itu, diantaranya iman dengan hari berbangkit dan pembalasan.

Sembahyang ibadat badaniah (dikerjakan dengan anggota) difardukan Allah SWT kepada orang Islam lima kali sehari semalam, diwaktu yang ditentukan. Kelima sembahyang itu ialah: pertama shubuh, dikerjakan oleh seorang muslim dipermulaan silang antara fajar dan terbit matahari. Kedua dzuhur, waktu dari dzuhur (tergelincir matahari kesebelah barat) sampai bayang-bayang sesuatu sepanjang tubuhnya. Ketiga ashar, waktunya antara akhir waktu shalat dzuhur dengan terbenamnya matahari. Keempat maghrib, banyaknya tiga rakaat. Kelima isya, waktunya dari lenyap bayang merah itu sampai sebelum terbit fajar.

Zakat adalah ibadat yang bertalian dengan harta benda. Agama Islam menuntut supaya orang yang mampu menolong rakyat miskin dalam menutupi perbelanjaan hidupnya dan juga untuk melaksanakan kepentingan umum. Zakat itu wajib bagi orang yang mampu, dari kekayaannya yang berlebihan dari kepentingan dirinya dan kepentingan orang-orang yang jadi tanggur gannya. Harta itu, baik yang berupa uang, barang perniagaan, ternak dan hasil tanaman, dengan jumlah sebanyak yang telah dikenal kaum Muslimin. Hasil zakat itu adalah untuk menatup keperluan kaum miskin dan kepentingan masyarakat umum. Zakat itu tidaklah merupakan pikulan berat bagi orang orang yang berpunya. Zakat uang dan zakat perniagaan dike luarkan setiap tahun, sedang zakat tanam-tanaman dikeluarkan setiap panen (memetik hasil).

Oleh: Moch. Cavin Fathurrizqil ‘Adzim,  Akmal Mirza Zulfiqqar, & Naila Rasya A. N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *